Tujuh Pembalap Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Tujuh Pembalap Terbaik Dalam Sejarah MotoGP

Tujuh pembalap terbaik dalam sejarah motogp

Status pembalap terbaik dalam MotoGP memang sulit ditentukan. Akan tetapi, perstasi sejumlah rider memang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Sebut saja Valentino Rossi, pembalap Italia yang memenangkan sembilan gelar juara dunia sejak tampil di kelas 125cc. Kemudian Giacomo Agostini yang sudah memenangkan 112 balapan sepanjang karier.


Dalam perjalanannya, ada tujuh pembalap yang cukup menonjol di lintasan balap motor kelas utama, yang kemudian di era modern dikenal dengan nama MotoGP. Berikut tujuh pembalap tersebut.

1. Giacomo Agostini


Giacomo Agostini

Italia memiliki seorang juara dunia balap yang dianggap sebagai “dewa” lintasan balap asal Negeri Pizza, yaitu Giacomo Agostini. Dekade 1960-an hingga awal 1970-an adalah masa kekuasaan Agostini.

Bagaimana tidak, Giacomo Agostini berhasil menjuarai balap motor kasta tertinggi sebanyak 8 kali, mulai tahun 1966, 1967, 1968, 1969, 1970, 1971, hingga 1972.

Hebatnya lagi, Agostini meraih juara dunia sebanyak tujuh kali saat menunggangi motor MV Agusta. Sisanya, racer asal Italia itu menggunakan motor Yamaha.

Bahkan, ia juga memenangkan tujuh gelar juara dunia di kelas 350cc. Torehan tersebut membuatnya tercatat sebagai pembalap tersukses di grandprix roda dua. Dengan 15 gelar juara dunia tersebut, Agostini sudah mengoleksi 122 kemenangan.

Gelar juara dunia milik pebalap asal Brescia ini memang bisa disamai juniornya, Valentino Rossi. Namun, rekor juara dunia tujuh kali dengan motor yang sama miliknya belum ada yang bisa menandingi.

Awalnya, bakat balap pria yang kini berusia 63 tahun itu sempat tidak didukung oleh kedua orang tuanya. Namun, akhirnya kedua orang tua Agostini mengijinkannya untuk serius belajar “ngebut” karena mereka sadar dengan bakat sang buah hati.

2. Valentino Rossi


Valentino Rossi

Valentino Rossi melakoni debutnya pada balapan motor Grand Prix pada tahun 1996 bersama motor 125cc, dan talenta alami serta karismanya membuatnya cepat memiliki banyak penggemar.

Sembilan kali juara dunia ini memiliki banyak prestasi mengagumkan di dunia balap motor, di antaranya adalah ia merupakan satu-satunya pebalap dalam sejarah Grand Prix yang mampu meraih gelar dunia dalam 4 kelas balap berbeda, yakni 125cc, 250cc, 500cc dan MotoGP. Selama MotoGP mengalami 3 kali perubahan regulasi, yakni 500cc, 990cc dan 800cc, Rossi pun mampu memenangkannya.

Pebalap asal Italia ini mendominasi era 4-tak pertama kali dengan motor Honda RC211V, lalu berpindah ke tim Yamaha di tahun 2004 yang membuatnya menjadi pebalap kedua sepanjang sejarah yang mampu menjadi juara dunia dengan 2 pabrikan berbeda.

Sejak grand prix roda dua berubah nama jadi MotoGP, bisa dibilang Rossi merupakan salah satu pembalap paling sukses.

3. Mick Doohan


Mick Doohan

Legenda Australia MotoGP Mick Doohan memenangkan lima gelar kelas utama, mendominasi seluruh balapan dan memecahkan rekor pada tahun 1990-an.

Awal karirnya di superbike Doohan cepat terkenal, tekad tak tergoyahkan dan gaya eye-catching yang menggantungkan tubuhnya lebih rendah dari sisi motor. Ia bergabung dengan Kejuaraan Dunia sebagai tim bersama Legenda MotoGP Wayne Gardner pada tahun 1989, pada usia 23.

Pada tahun 1990 ia mendapatkan kemenangan pertamanya pada kelas utama di Hongaria. Pada tahun 1992, tahun di mana ia mendominasi sampai perjalanan ke Belanda.

Meskipun ia tidak pernah sepenuhnya fit pada tahun 1993 dari tahun 1994 dan seterusnya ia mendominasi di seluruh seri dan tidak terlempar dari takhtanya sampai patah kaki berkelanjutan dalam kecelakaan di Jerez pada tahun 1999 sehingga ia mengumumkan untuk pensiun.


Karir Doohan itu ditentukan oleh kesetiaannya kepada Honda (dari siapa ia pernah membalap), 12 kemenangan dari 15 pada tahun 1997 dan duel dengan Alex Criville (1996) dan Max Biaggi (1998) dalam perjuangan meraih gelar ke lima kelas premier secara berturut-turut. Mick Doohan membukukan 54 kali kemenangan seri sepanjang kariernya.

4. Mike Hailwood


Mike Hailwood

Mike Hailwood lahir pada tanggal 2 April 1940 di Inggris. Pembalap bernama asli Stanley Michael Bailey Hailwood ini kerap dijuluki "Mike the Bike". Ia adalah pembalap Inggris yang turun tidak hanya di GP 500cc, tetapi ia juga membalap di Isle of Man dan juga balap mobil F1.

Ia wafat saat usia 41 tahun dalam tragedi kecelakaan pada tahun 1981, saat mengendarai mobil bersama putrinya. Ia merebut juara dunia GP 500cc pada tahun 1962, 1963, 1964, dan 1965.

Atas prestasi dan nama besarnya ia dianugerahi penghargaan medali perak MotoGP Wall of Fame yang diterima oleh istrinya Pauline Hailwood, pada tahun 2000.

5. Marc Marquez


Marc Marquez

Gaya balapnya yang agresiv dan tidak takut untuk bertarung di balapan dengan disokong motor Honda yang mumpuni membuat pembalap yang memiliki nama lengkap Marc Márquez Alenta dan  berkewarganegaraan Spanyol ini sangat disegani oleh pembalap lain.

Marquez mampu menjadi pembalap termuda yang mampu merebut gelar kelas primer Grand Prix saat masih 20 tahun dan 256 hari. Pembalap Spanyol itu mengalahkan rekor Freddie Spencer (Amerika Serikat) yang menjadi juara dunia kelas primer Grand Prix pada 1983, saat 21 tahun dan 258 hari.

Menyamai rekor Leslie Graham (1949), Umberto Masetti (1950), dan Kenny Roberts (1978) sebagai pembalap yang mampu menjadi juara dunia kelas Grand Prix di musim debutnya.

Total 334 poin yang diraih Marquez musim 2013 adalah torehan poin terbesar yang pernah diraih pembalap rookie di kelas primer Grand Prix.

Marquez meraih enam kemenangan dan 10 finis podium di MotoGP 2013. Catatan itu adalah terbaik yang pernah diraih pembalap rookie di kelas primer sepanjang sejarah Grand Prix.

Pembalap muda asal Spanyol ini tengah berada dalam puncak kariernya. Konsistensi penampilan membuat Marquez menjadi pembalap yang diproyeksi bakal meruntuhkan banyak rekor para pendahulunya.

Saat ini Si Bayi Alien sudah memenangkan delapan gelar juara dunia (1 di kelas 125cc, 1 di kelas Moto2, dan enam gelar di kelas MotoGP).

6. John Surtees


John Surtees

Hingga saat ini Surtees merupakan satu-satunya orang yang mampu meraih gelar juara dunia kelas primer balap motor dan balap mobil. Pria asal Inggris itu merengkuh gelar juara dunia GP500 (saat ini bernama MotoGP) sebanyak empat kali bersama MV Agusta pada 1956, 1958, 1959, dan 1960.

Sukses di ajang balap motor, Surtees mencoba peruntungan di ajang F1 dan memenangi titel juara dunia pada 1964 bersama Ferrari.

Pada 2004 silam, dalam sebuah wawancara, Surtees pernah menyebutkan sosok yang bisa menyamai rekor dirinya meraih dua gelar primer kejuaraan otomotif.

"Jika ada orang yang mampu melakukannya saat ini tentu saja itu adalah Valentino (Rossi), karena dia adalah pebalap sejati," tukas Surtees kala itu.

Surtees pun berpesan agar Rossi mencoba tantangan baru itu ketika masih dalam kemampuan terbaik, bukan saat mulai menurun.

"Jika dia ingin berubah (jenis kejuaraan yang diikuti), dia perlu melakuaknnya pada poin dirinya masih bisa berkembang," ujar Surtees yang pada 2004 silam menjawab itu untuk wawancara Crash.

Pebalap Inggris Raya yang juga mendominasi balap motor dalam era yang sama dengan Mike Hailwood. Dia mengoleksi 4 gelar juara dunia 500cc dan juga memenangi 3 titel juara dunia 350cc. Total, dia mengoleksi 7 titel juara dunia.

7. Kenny Roberts


Kenny Roberts

Sebelum Marc Marquez, pebalap termuda yang menjadi juara balap motor kelas premier pada musim pertamanya adalah Kenny Roberts. Roberts juga menjadi pebalap pertama Amerika Serikat yang sukses menyabet gelar juara dunia kelas 500cc.

Robert dinobatkan sebagai legenda secara resmi di MotoGP Austin, Texas, Amerika Serikat, yang berlangsung pada 21-23 April 2017. Dia memulai kiprah di kelas premier pada 1996. Pada 1999, pebalap Amerika Serikat tersebut memenangi empat seri dan finis di posisi kedua bersama Suzuki.


Setahun berselang dia kembali menorehkan empat kemenangan dan satu podium lainnya, yang membuatnya mengoleksi 258 poin atau unggul 49 poin atas Valentino Rossi. Itulah satu-satunya gelar juara dunia bagi Roberts Jr. di kelas premier.

Roberts mengoleksi tiga titel juara dunia pada 1978, 1979, dan 1980. Selain sukses mendulang tiga gelar juara dunia, warisan Roberts yang tak terlupakan adalah gaya membalapnya.

0 Comments

Posting Komentar